www.blog.dnevnik.hr

www.blog.dnevnik.hr

Distrik De Wallen merupakan salah satu kawasan bersejarah di Amsterdam yang terkenal dengan Red Light District-nya. Di daerah tertua Amsterdam ini terdapat banyak toko-toko unik, Dutch Coffeeshop, restoran, pub, dan serangkaian tempat hiburan lainnya. Tak sebatas tempat hura-hura, di sana kita juga bisa memetik pengetahuan sejarah dari tumbuhan fenomenal ganja.

www.commons.wikimedia.org

www.commons.wikimedia.org

Sebanyak lebih dari 100.000 pengunjung setiap tahun menjejakkan kaki di The Hash, Marihuana and Hemp Museum. Bahkan selebritas dunia seperti Whoopie Goldberg, politisi Belanda Dries van Agt, dan aktivis ganja Jack Herer pernah berkunjung ke sana. Penggemar ganja, Ben Dronkers dan teman baiknya yang seorang ahli holtikultura asal Amerika, Ed Rosenthal membuka The Hash, Marihuana and Hemp Museum untuk pertama kalinya di tahun 1985. Bertempat dalam sebuah rumah kanal di Oudezijds Achterburgwal 148, museum unik ini bertujuan untuk membuka lebar mata masyarakat mengenai apa itu hash, cannabis, dan hemp. Tidak saja membahas mengenai kedudukannya sebagai narkotika, tapi juga fungsi sebagai tumbuhan sejatinya.

Museum terbagi menjadi dua bagian, yaitu Museum dan Gallery. Segmen Museum menceritakan tentang beragam fungsi ganja sebagai tanaman yang banyak dimanfaatkan untuk keperluan tekstil, pembuatan tali temali, hingga kertas. Hal tersebut dikarenakan tanaman ganja dikenal memiliki serat yang kuat. Selain itu ganja juga dimanfaatkan untuk obat-obatan, pembuat cat, sabun, dan bijinya berfungsi sebagai sumber minyak sebagai bahan bakar lampu minyak. Sedangkan segmen Gallery memamerkan penggunaan berbagai jenis produk ganja di tengah masyarakat, tentang sejarahnya, tradisi, ritual, seni, hingga perdebatan mengenai penggunaan ganja. Berbagai artefak yang kerap bersentuhan dengan dunia ganja maupun marijuana dipamerkan dalam lemari kaca.

www.commons.wikimedia.org

www.commons.wikimedia.org

The Hash, Marihuana, and Hemp Museum juga memiliki sebuah ruang kecil yang khusus memamerkan fotografi dan lukisan. Bagi pengunjung dewasa yang ingin merasakan efek satu dari lima jenis tumbuhan ganja yang dibudidayakan di museum tersebut, bisa memasuki kamar penguapan.

The Hash, Marihuana and Hemp Museum beroperasi setiap hari mulai pukul 10.00 – 22.00, kecuali pada tanggal 26 April museum ini tutup. Pengunjung harus menebus tiket masuk sebesar €9. Anak-anak yang boleh masuk usianya minimal 13 tahun, biayanya gratis, dan harus ditemani orang tua. Untuk datang ke museum ganja ini Anda hanya harus menuju ke Dam Square, dari sana tinggal berjalan kaki selama lima menit.

Selama berlibur di Amsterdam Anda dapat menginap di Hotel de Munck, Kooyk Hotel, atau Vijaya Hotel. Tempat menarik lainnya adalah Vrolik Museum, De Kaaskamer, dan Rembrandtplein.

Lokasi The Hash, Marihuana and Hemp Museum

Informasi yang tertera dalam artikel di atas sesuai dengan kondisi pada 30 September 2014.

Komitmen kami untuk memberikan informasi, tips, dan panduan wisata untuk Anda sekalian. Namun demikian, pemeliharaan website ini tidaklah murah. Apabila Anda memesan hotel, silahkan klik link hotel yang ada di halaman ini untuk membantu kami terus dapat memberikan informasi serta panduan wisata yang lebih menarik lagi. Dan juga sarankan kami di twitter dan facebook.

Harga yang tertera dalam artikel ini dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Incoming search terms:

  • cara membuat hashish
  • hemp dan hash
  • museum ganja di belanda
  • toko ganja di eropa
  • cara membuat hashish ganja
  • musium ganja
  • lokasi de\cats macaroons
  • menanam ganja ala ed rosenthal
  • mengenal festival cannabis di belanda
  • museum ganja belanda

Mau Liburan Murah? Pastikan Hubungi Kami!
Tour Murah Panduan Wisata. Telp: +62.85.101.171.131. Pin BB: 5BF4C2B4

Tags: , , , , , , , , , ,