www.photographieme.blogspot.com

www.photographieme.blogspot.com

Nilai sejarah dan seni tak jarang membuat sebuah tempat menjadi destinasi wisata populer. Tapi beranikah Anda untuk mengunjungi tujuan wisata tersebut jika terletak di bawah tanah? Menelusuri sebuah keindahan yang tersembunyi di balik gelap, lorong tanpa suara, tanpa sinyal telepon, dan tanpa mengetahui apakah hari masih pagi, siang, atau sudah malam.

www.nl.wikipedia.org

www.nl.wikipedia.org

Jika berani maka Gua St. Pietersberg di kota Maastricht, Belanda, menunggu kehadiran Anda. Kota paling selatan di Belanda ini memang memiliki pesona memikat baik diatas maupun di bawah tanahnya. Gua St. Pietersberg merupakan bekas pertambangan napal di bukit St. Pietersberg. Napal merupakan batu lumpur yang mengandung kapur, tanah liat, serta aragonit. Batuan ini merupakan bahan baku bangunan yang sangat baik. Bangsa Romawi adalah yang pertama kali menemukan kekayaan bumi ibu kota Provini Limburg tersebut.

Bekas penambangan batuan napal di perut bukit St. Pietersberg menghasilkan labirin yang indah. Dulu labirin tersebut memiliki 20.000 lorong yang jika digabungkan panjangnya bisa mencapai 200 kilometer, tetapi kini hanya tersisa 8.000 lorong saja dengan total panjang 80 kilometer. Di rumah dari banyak kelelawar ini Anda akan sangat mudah tersesat, untuk itu kunjungan ke tempat ini harus didampingi pemandu. Gua St. Pietersberg tak hanya sebagai sumber napal, tetapi juga berfungsi sebagai tempat persembunyian rakyat Maastricht dari beragam peristiwa perang yang terjadi di sana. Labirin tersebut juga digunakan sebagai jalur pelarian orang-orang Belanda ke Belagia. Sebanyak 45.000 jiwa bisa ditampung di dalam gua ini. Selama 10 hari orang-orang mencoba bertahan di gua lembab dan dingin tersebut.

www.flickr.com

www.flickr.com

Peristiwa sejarah tentang kelahiran, kematian, juga keseharian yang terjadi dalam tambang napal ini diceritakan dengan jelas melalui beragam sketsa dan lukisan cantik di dinding gua. Lukisan-lukisan itu ada yang sudah berusia 200 tahun lebih. Pernah adanya kehidupan di sana pun ditandai dengan toilet-toilet buatan, satu kapel protestan, dua kapel katolik, dan dapur lengkap dengan oven buatan.

Suhu di dalam gua bisa menacapai 9º C – 10º C dan kelembaban 98%, pastikan Anda membawa jaket atau sweater. Untuk mengikuti tur gua St. Pietersberg ini Anda dapat datang ke kantor informasi pariwisata Maastricht, VVV Maastricht, yang berlokasi di Kleine Staat 1. Mereka akan membatu para pengunjung memilih tur yang berlangsung kurang lebih 1 jam. Harga tiketnya berkisar €5 – €10. Kantor ini hanya berjarak 15 menit berjalan kaki dari stasiun kota Maastricht melalui Jalan Stationsstraat.

Selama di Maastricht Anda dapat menginap di Le Virage Hotel, Hip Hotel St. Martenslane, atau Kruisherenhotel Maastricht. Destinasi menarik lainnya adalah Spoorwegmuseum, Nationaal Park de Hoge Veluwe, dan tak lupa cicipi pastry lezat bossche bollen.

Lokasi St. Pietersberg

Lokasi VVV Maastricht

Informasi yang tertera dalam artikel di atas sesuai dengan kondisi pada 30 Juni 2014.

Komitmen kami untuk memberikan informasi, tips, dan panduan wisata untuk Anda sekalian. Namun demikian, pemeliharaan website ini tidaklah murah. Apabila Anda memesan hotel, silahkan klik link hotel yang ada di halaman ini untuk membantu kami terus dapat memberikan informasi serta panduan wisata yang lebih menarik lagi. Dan juga sarankan kami di twitter dan facebook.

Harga yang tertera dalam artikel ini dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Incoming search terms:

  • gua alam maastricht
  • gua maastricht

Mau Liburan Murah? Pastikan Hubungi Kami!
Tour Murah Panduan Wisata. Telp: +62.85.101.171.131. Pin BB: 5BF4C2B4

Tags: , , , , , , , , , , ,